Arogansi Oknum Anggota Polsek Wonokromo pada Awak Media, Kapolsek : Kejadian itu hanya salah paham…

0
71
IMG 20240704 223312
Mapolsek Wonokromo (inset) Kapolsek Wonokromo, Kompol Dwi Jatmiko. S.H., S.I.K., M.I.K

KabaRI.id (SURABAYA) – Tindakan arogansi dan tidak beretika yang dilakukan oknum anggota Polsek Wonokromo menodai Nota Kesepahaman yang ditandatangani antara polri dan dewan pers dimana Kerja Sama Terpadu tertuang dalam surat Nomor 03/DP/MoU/III/2022 dan Nomor NK/4/III/2022.

Dari informasi yang didapat wartawan media ini, oknum anggota Polsek Wonokromo Bripka F, membentak dan mengajak berkelahi dua wartawan yang saat itu berkunjung dan mendatangi Polsek Wonokromo hendak menanyakan sesuatu di ruang SPKT, Selasa (2/7/2024).

Bahkan dalam kejadian ini oknum polisi tersebut mengusir kedua awak media tersebut dengan kasar di depan ruang SPKT Polsek Wonokromo, bahkan oknum anggota tersebut mengajak berkelahi tanpa sebab yang jelas dan hal ini terjadi pada Selasa (2/7/2024) sekitar pukul 11:35 WIB.

Menurut keterangan kedua wartawan yang mengalami kejadian sadis dari oknum anggota Polsek Wonokromo ini menuturkan kronologis yang dialaminya, bahwa saat itu dirinya baru saja menemui dan ngobrol dengan salah satu penyidik ​​​​​​di Polsek tersebut yang bernama Choki di lantai 2. Namun saat itu dirinya hendak turun dan pulang tiba-tiba tiba dengan serta merta diteriaki, di bentak-bentak dan di usir oleh Bripka F, dan sempat terjadi adu mulut saat itu. Bahkan salah satu penyidik ​​​​​pun sempat menjangkau yang ketiga kalinya saat melihat penyelesaian itu.

“Saya dan rekan saya sempat terkejut mengapa orang ini berprilaku seperti itu pada kami berdua tanpa adanya alasan yang jelas,” keluh D saat memberi keterangan rilis pemberitaannya yang juga di kutip dari pemberitaan beberapa media yang menayangkan pemberitaan kasus ini (namun akhirnya di takedown).

Kapolsek Wonokromo, Kompol Dwi Jatmiko. SH, SIK, MI, konfirmasi melalui via WA bernomer 0812657XXXXX, dikarenakan ketidakhadirannya tidak dapat ditemui, belum memberikan keterangan secara rinci. “Kejadian itu hanya salah paham saja mas, dan sudah saya selesaikan,” jelas Dwi pada awak media lewat pesan singkatnya, kamis (4/7/2024).

Sekedar diketahui, sebelumnya berita tersebut sempat viral di beberapa media dan menjadi pergunjingan. Namun anehnya berita yang sempat tayang, tiba-tiba menghilang (takedown). Ada apakah dengan Kapolsek? (tyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here