TRC PPA Bersama DISBUDPAR Dukung Program Banyuwangi Ramah Dan Aman Bagi Anak

0
58
IMG 20220705 WA0001
IMG 20220705 WA0001

kabaRI.id (Banyuwangi) – Program yang dicanangkan oleh Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) mendapat dukungan beberapa dinas.

Program ini dalam mendukung dan memperkuat program Bupati Ipuk untuk mewujudkan Banyuwangi Kota ramah dan aman bagi anak.

Bukan isapan jempol, pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Sosial untuk menjadikan kabupaten paling ujung Pulau Jawa sebagi kota ramah dan aman bagi anak.

Seperti yang dijelaskan M.Y Bramuda, selaku Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi kepada awak media.

“Saya dukung program inisiatif TRC PPA, karena itu juga sama dengan program yang akan kami terapkan. Jadi pemerintah daerah sudah berfikir, cuma kita belum tepat menemukan caranya,” katanya.

“Tetapi kini sudah ditentukan tempat kreatif anak-anak muda yang selama ini tidak tertampung dalam kegiatannya. Kita tahu dia punya kemampuan tetapi tidak tahu harus bagaimana,” jelas Bram.

“Nah kita sudah siapkan tempat. Jika ada yang pintar melukis silahkan melukis. Yang musik ada musik, yang podcast ada podcast, yang mau rekaman lagu silahkan rekaman lagu. Nah potensi orang Banyuwangi besar di situ semuanya kita fasilitasi di sini,” terangnya.

“Tentu kalau di tempat lain pasti sewa mahal, dia gak punya modal. Jadi pemerintah daerah menyiapkan tempat ini untuk mereka dan itu gratis. Dan ruang ini ke depannya akan menjadi ruang atraksi, tidak hanya sekedar belajar latihan membuat kreativitas, tapi kami tiap malam akan menggelar musik hiburan yang tentu menjadi bagian besar untuk mengolah keterampilan anak-anak yang sudah punya kemampuan,” imbuh Bram.

“Tapi nanti saat tampil tiap malam kita coba buatkan link YouTube juga bagi mereka, sehingga nanti ada promosi dan juga ada income yang masuk nantinya,” harapnya.

“Nah inilah cara kami, bagaimana pemuda pemudi kreatif Banyuwangi bisa berkarya, bisa mengolah skillnya sekaligus tidak berada di jalanan, tetapi nanti ke depan bisa akan jauh lebih bermartabat,” papar Bram.

“Ya itu salah satu kuncinya. Selama ini kita mencari tempat, tapi tempat yang paling cocok ini yang memiliki multiplayernya. Ada ruang kreatif bisa menggerakkan UMKM di sini yang selama ini kita tahu masih mati suri, kita akan hidupkan dan juga ini mejadi penilaian indikator Banyuwangi layak anak,” ucapnya.

“Yang kita akan naikkan bagaimana pemerintah daerah ada kepedulian terhadap anak-anak kita yang punya skill tetapi tidak punya wadah,” tandas Bram.

Veri Kurniawan S.ST selaku perwakilan dari TRC PPA menjelaskan pada awak media, bahwa programnya sejalan dan dapat dukungan dari Pemerintah Daerah Banyuwangi, Selasa (5/7).

“Alhamdulilah wacana program TRC PPA untuk anak jalanan dan anak terlantar sejalan dengan program Pemkab Banyuwangi dan mendapat dukungan dari Dinas Sosial dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi,” jelas Veri.

“Jadi kita TRC PPA sudah berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti di Disbudpar akan segera menjalankan program tersebut dalam waktu dekat ini. Seperti mengakomodir para pengamen jalanan akan disediakan panggung atau tempat yang lebih layak untuk mengasah bakat dan mendapatkan rejeki,” ulas Veri.

Masih menurut Veri, selain itu TRC PPA akan membentuk Satgas setiap desa dan membangun simpatisan lebih banyak lagi. Tujuannya adalah agar permasalahan anak yang ada di desa bisa segera didata dan ditangani.

“Tidak hanya persoalan kekerasan seksual maupun fisik pada anak di bawah umur. Namun juga kendala anak seperti putus sekolah, lalu anak yang memiliki bakat tidak bisa tersalurkan,” tuturnya.

“Maka di sini TRC PPA hadir dan berkolaborasi dengan dinas terkait, utamanya Disbudpar dan Dinsos. Hal ini juga mendukung program Banyuwangi untuk mewujudkan Kabupaten ramah dan aman bagi anak,” tutup Veri. (iya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here