
KabaRI.id (Kabupaten Kendal) – Adalah Jumadi, Peternak Ayam petelur, warga Desa Kalibareng, Kec. Patean, Kab. Kendal Jawa Tengah. Pria berusia 57 tahun ini telah menekuni usaha Ayam Petelur sejak 2019 lalu.
Selain itu, profesi Jumadi adalah seorang tukang kayu sekaligus sebagai petani jagung. Namun karena faktor usia, pria asli kelahiran Desa Kalibareng ini lebih banyak meluangkan waktunya di kandang Ayam.
Menurutnya, ia memiliki sebanyak 2000 ekor ayam petelur dalam kandang di atas lahan seluas 2500 meter persegi, yang tak jauh dari rumahnya.
“Beli Ayam Petelur dimulai usia 15 hingga 16 bulan, tetapi lebih baik di usia 16 bulan yang tiap Satu ekor Ayam seharga Rp. 60.000,-. Karena hanya menunggu 1 bulan saja sudah siap untuk bertelur,” kata Madi, panggilan akrab Jumadi.
Sedangkan biaya pembuatan kandang sambung Madi, dibutuhkan biaya Rp 100.000.000,- untuk 2000 ekor Ayam. “Ini cukup menghemat biaya, karena saya bisa membuat kandangnya sendiri,” katanya, tadi siang.
“Sebanyak 2000 ekor Ayam petelur ini bisa menghasilkan telur sebanyak 13 peti. Setiap kotak peti seberat 10 kg atau berisi 168 butir telur,” ungkapnya.
“Pakan ayam tiap hari sebanyak 240 kg yakni campuran dedak bekatul, jagung giling dan kosentrat. Terkadang ditambah daun pepaya yang sudah dihaluskan,” jelasnya.
“Selain pakan, yang wajib diperhatikan adalah kesehatan ayam. Rutin diberi obat-obatan, vaksin disuntik oleh petugas dari instansi terkait, bahkan dua kali dalam seminggu kandang disemprot untuk menghilangkan bau tak sedap,” terangnya.
Kata Madi, kotoran Ayam bisa untuk pupuk tanaman, bisa laku seharga Rp. 13.000,-/ kantong seberat 30 kg. “Saya sampai kewalahan karena banyaknya permintaan. Maklumlah di kawasan sini banyak lahan pertanian,” tandasnya.
“Bila Ayam yang sudah berumur 18 hingga 20 bulan dianggap kurang produktif harus diganti dengan yang baru berumur 16 bulan. Sedangkan Ayam yang kurang produktif dijual seharga Rp. 17.000,-/ kg. Harga bisa naik jika mendekati lebaran,” ungkapnya.
Diakui Madi, usaha Ayam petelur ini bisa membantu perekonomian keluarganya, terlebih harga telur sekarang Rp. 27.000/kg. (hanya)































