

KabaRI.id (SURABAYA)- Tim Pembina Samsat Provinsi Jatim bersama Ditlantas Jatim meluncurkan Program Mahameru Walk-Thru Samsat Surabaya Barat (Mawatu Sambar), Jumat (12/07/2024) di Halaman KB. Samsat Surabaya Barat Jl. Raya Tandes Lor nomor 1, Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Acara yang dihadiri Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, Kepala Paur Samsat Surabaya Barat AKP Yuliana Plantika, Kasi STNK Ditlantas Polda Jatim Kompol Juwita Kusumadewi. Juga Kepala Bidang (Kabid) Pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim Kresna Bimasakti, Kepala Bagian Asuransi Perwakilan Jasa Raharja Jatim Soleh, dan Perwakilan PT Jasa Raharja Surabaya Yansen.
Patut dikatakan bahwa Samsat Surabaya Barat menganut Program Mawatu Sambar dan akan menjadi contoh bagi Samsat lainnya dengan tujuan meluncurkan program ini untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan efisiensi pelayanan di tengah tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan program pemutihan pajak sekaligus menekan layanan pajak kendaraan bermotor.
“Wajib pajak tak perlu antre lama. Cukup datang ke layanan loket dan proses administrasi hanya memakan waktu singkat hanya sekitar 30 menit dari biasanya yang membutuhkan waktu 90 menit. Artinya ada efisiensi waktu 60 menit,” terang Kepala Samsat Surabaya Barat, AKP Yuliana Plantika.
“Samsat Surabaya Barat sendiri setiap hari melayani sekitar 250-300 administrasi pajak kendaraan bermotor,” ungkapnya.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, SHSIKMM juga mengatakan bahwa Program Mahameru Walk-Thru merupakan sebuah inovasi baru dari Kantor Samsat Surabaya Barat dengan tujuan memperpanjang waktu pengurusan administrasi perpanjangan STNK 5 tahun dengan pelayanan cepat, efisien dan mudah.
“Kami harapkan animo masyarakat akan semakin tinggi untuk memanfaatkan program ini. Perpanjangan STNK lima tahun akan semakin mudah dan cepat dengan Mahameru Walk-Thru,” jelas AKBP Erik yang juga merupakan Tim Pembina Samsat Jatim.
Itu juga menekankan kewajiban pajak harus memenuhi sejumlah persyaratan. Antara lain kendaraan bermotor wajib datang, tidak mengubah identitas kendaraan, membawa STNK, BPKB dan KTP asli serta kendaraan merupakan milik sendiri atau tidak diwakilkan.
Diakui pula bahwa Program Unggulan Mawatu Sambar merupakan inovasi baru dari Kantor Samsat Surabaya Barat menuju zona integritas. Terobosan tersebut membombardir jajaran Ditlantas Polda Jatim.
“Inovasi ini luar biasa dan kreatif. Inovasi itu tidak perlu muluk-muluk. Cukup membuat sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada, dan yang tadinya belum maksimal menjadi maksimal,” katanya.
Ia berharap Program Mahameru Walk-Thru Surabaya Barat semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat dan dapat diterapkan di wilayah lain, sekaligus mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan jasa perantara atau calon dalam melakukan pembayaran pajak.
Sekaligus bertujuan untuk memudahkan wajib pajak melakukan pembayaran pajak yang nantinya dapat meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tak ketinggalan, tingkatkan kepuasan terhadap layanan kepolisian.
“Terobosan dari Samsat Surabaya Barat ini saya apresiasi. Tolong ini jangan hanya seremonial saja betul pelaksanaannya apalagi bersamaan dengan program pemutakhiran data Pemprov Jatim. Karena kami dari Tim Pembina Samsat Provinsi Jatim selalu berupaya untuk memberikan terobosan-terobosan yang mempermudah masyarakat wajib pajak. Contohnya adalah Samsat Mawatu ini,” terangnya.
Turut mengapresiasi, Kepala Bidang (Kabid) Pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim Kresna Bimasakti atas segala inovasi Ditlantas Polda Jatim. Apalagi saat ini Pemprov Jatim tengah memberikan program keringanan pajak kendaraan bermotor selama 45 hari.
“Sesuai dengan kebijakan Bapak Pj Gubernur Jawa Timur, diprediksi pendapatan pajak (dari program pemutihan, red) akan bertambah Rp200 miliar sekali. Kami optimis dan momen ini sangat pas karena di Surabaya Barat jumlah kendaraan roda empat lebih banyak dibanding daerah Surabaya lainnya,” ujarnya.
Dirinya juga berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini bersamaan dengan peluncuran Program Mahameru Walk-Thru yang menekankan efisiensi layanan yang lebih cepat.
“Dengan adanya Mahameru Walk-Thru ini mempermudah daripada mengantre, memangkas waktu dari 90 menit menjadi 30 menit,” pungkas Kresna.
Di akhir acara, Kasubsit Regident Erik juga memperkenalkan unit Motor Samsat Dugi Kelurahan (Dulur) Surabaya Barat untuk berkeliling jemput bola yang menjangkau wilayah padat penduduk di kelurahan sekitar. (tyo/tmi)































