Perusahaan Obat Ini Bikin Geram Tim Patroli Air Jatim

0
1330
IMG 20181130 WA0007
IMG 20181130 WA0007

kabaRI.id (Surabaya) – Bulan kemarin tim patroli air Jatim lakukan sidak di PT. Rama Emerald Multi Sukses. Perusahaan obat-obatan jl. Raya Tenaru Driyorejo Gresik ini diduga melakukan pelanggaran dalam penanganan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Perusahaan di kawasan Dusun Wates ini setelah disidak lagi oleh tim patroli air Jatim kemarin, ternyata masih belum menunjukkan perbaikan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) dan TPS yang sesuai.

Ainul Huri, Kasi Penanganan Pengaduan dan Penaatan Hukum DLH provinsi (Dinas Lingkungan Hidup) mengaku sangat merasa kecewa dengan pihak perusahaan.

“Tolong secepatnya dilakukan Clean Up. Tidak boleh menunggu terlalu lama, karena bisa terkontaminasi dengan tanah. Harus ada pihak ke 3 untuk pengolahan limbah ini, harus ada petugas yang benar-benar tahu pengolahan limbah tidak asal menaruh orang,” sesal Ainul Huri.

“Air limbah dimaksimalkan lagi, karna hasil uji lab masih belum sesuai baku mutu,” jelasnya.

Komandan Garda Lingkungan Jatim, Didik Harimuko juga mengomentari masalah ini. Didik menilai, pihak perusahaan sangat lamban menyelesaikan IPAL dan TPS tersebut.

“Dibandingkan dengan Henson Farma sangat jauh berbeda. Dari segi perusahaan, lebih besar perusahaan Emerald, tetapi kenapa rasanya sulit sekali? Pengolahan limbah Henson itu lebih baik meski tidak punya Inselator. Limbah obat ini sangat rentan dengan B3,” geram Didik.

“Kalaupun nanti ada jasa pengangkut limbah, juga harus jelas investnya, jangan-jangan nanti dibuang sembarangan. Karena banyak terjadi pengangkut limbah dibuang di sembarang tempat,” ungkapnya.

Sementara Wiwik Indriyati selaku Direksi didampingi Endra mengaku, penyelesain terkait IPAL dan TPS itu diserahkan kepada Irfan selaku Manager Personalia, Arif selaku Manager QC, dan Rozak selaku Manager Enginering.

“Masalah ini saya serahkan kepada Irfan, Arif juga pak Rozak.
Untuk urusan administrasi yang ternyata sudah ditangani DLH Gresik, namun masih dalam proses,” katanya.

“Alasan kenapa masih belum selesai perbaikannya? Itu karena kendala masih belum sampai alat dan bahan untuk perbaikan,” ucapnya.

“Kita sudah upayakan. Namun kendalanya, apa yang kami perlukan masih belum sampai kepada kami. Kami tinggal menunggu yang kami perlukan,” ucap Arif, berkelit.(oso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here