Yang Baca Ini Pasti Jadi Salut Kepada Warga Jambangan

0
283
IMG 20181129 WA0029
IMG 20181129 WA0029

kabaRI.id (Surabaya) – Warga Jambangan Surabaya memang layak mendapat acungan jempol. Tanpa ada paksaan, warga yang tinggal di sekitar bibir sungai Surabaya ini rela rumahnya dipangkas 3 meter untuk dijadikan jalan inspeksi.

Dengan semangat yang menggebu, warga sangat antusias melakukan perampingan rumahnya demi satu tujuan yakni mempercantik Kota Surabaya.

“Seminggu yang lalu tepatnya hari rabu (21/11) ada rapat di Kelurahan Jambangan yang dihadiri oleh Camat Jambangan, PJT I, dan LSM Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jatim, menjelaskan sekaligus menghimbau agar warga sekitar bibir sungai dibuat jalan inspeksi selebar 3 meter, dan warga pun dengan senang hati bahkan mendukung sebagian rumahnya dipangkas untuk jalan inspeksi,” ungkap Akiat selaku sesepuh warga setempat.

“Setelah rapat selesai besoknya kita langsung mulai membersihkan area yang akan dibuat jalan itu. Tidak ada paksaan pada kami dan warga, karena ini murni dari warga untuk Kota Surabaya. Secepatnya kami akan rampungkan, agar tampak bagus dan tertata rapi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, bahkan warga lain Agus dan Budi serta Ketua RT 05 RW 03 Arman Junaedy turut mendukung program ini. “Program ini adalah langkah pemerintah untuk menata pemukiman warga di sekitar bibir sungai biar nampak rapi,” ucap Arman.

“Selain itu daripada kita kena gusur 11 meter ya mending saya pilih pangkas 3 meter saja, yang saya khawatir setelah sudah dibuka jalan inpeksi nanti ada penggusuran,” lanjut Arman.

Terkait pemangkasan rumah di bibir sungai pihak PJT I menegaskan, “Ini program dari KLH untuk pangkas rumah di wilayah bantaran, bukan program PJT,” jelas Suprapto.

“Kami dari PJT hanya memfasilitasi saja untuk kebersihan, keamanan dan peduli sungai. Semua bantaran sungai DAS Brantas dan anak sungainya adalah aset milik pemerintah pusat dalam hal ini BBWS Brantas (Balai Besar Wilayah Sungai) yang punya dan berwenang,” imbuhnya.

“Ini merupakan program camat dan lurah. kami sebagai penggerak lingkungan sangat mendukung program itu khususnya di pinggir bantaran sungai, agar warga bisa ikut menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah ke sungai,” tegas Imam Rochani selaku Direktur KLH.

Imam yang sering ditunjuk menjadi salah satu juri adipura tingkat nasional ini pernah menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke wilayah Kalimantan. “Orang di sana bilang, kalau mau menata kota bisa mencontoh daerah Jambangan Surabaya,” tutur Imam, kepada warga Pagesangan ketika acara rembuk lingkungan beberapa waktu lalu. (oso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here