Dokter Berambut Gondrong Ini Menangis Setelah Lihat Burung….

0
1268
IMG 20190830 223032
IMG 20190830 223032

kabaRI.id (Kediri) – “Saat touring sepeda motor dan baksos di Blitar Selatan, mendadak saya jadi gelisah. Betapa tidak, saya melihat sepanjang jalur menuju pantai Sanggar, hampir semua pohon ditebang habis,” ucap Ari mengawali kisahnya, kemarin.

Penggiat lingkungan Kota Kediri ini kaget melihat lahan bekas hutan dijadikan ladang Pisang dan Jagung. “Pada saat yang bersamaan, saya melihat seekor Elang Hitam soaring di atas hutan gundul tersebut. Entah mengapa, hati saya jadi terharu dan sedih, bahkan sampai menangis. Seakan akan ikut merasakan penderitaan sang Elang yang kehilangan rumahnya akibat keserakahan manusia,” sesal Ari.

“Sejak saat itu, terbesit niat saya untuk melestarikan alam. Al Quran surah Ar Rahman ayat 5-8 menjadi roh bagi saya dan semakin yakin untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan. Bahkan saya mengajari anak, agar kelak menjadi generasi penerus yang peduli lingkungan,” ungkap Ari kepada rombongan Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) dan Garda Lingkungan Jatim.

Namun begitu, aktivis lingkungan berambut gondrong yang kesehariannya berprofesi sebagai dokter ini, merasa masih harus berbuat lebih banyak lagi demi melestarikan lingkungan.

“Di kediri, Blitar ada beberapa organisasi yang saling bantu misalnya WWI (Wild Water Indonesia) regional kediri, Bank Sampah, Team SABER Sampah, Forum Kediri Hijau, SAB (Sahabat Alam Blitar) dan banyak kelompok pecinta alam dari universitas dan sekolah sekolah di Kediri yang lebih loyal dan lebih gila terhadap kelestarian lingkungan. Kami saling mensuport,” jelasnya.

“Bahkan ada teman saya sepasang suami istri dan anaknya, yang rela memungut sampah setiap kali ada tontonan. Jadi gini, saat tontonan berlangsung mereka tidak ada, tetapi mereka akan datang dan membersihkan sampah ketika tontonan berakhir. Dibanding mereka, saya belum ada apa apanya,” ujar pria kelahiran Januari 1976 ini.

Dokter pemilik nama lengkap Ari Purnomo Adi ini berjanji akan mendukung upaya Garda Lingkungan untuk kegiatan lingkungan dalam skala lebih besar.

“Tidak masalah bagi saya, karena kegiatan lingkungan adalah suatu hal yang mengasikkan. Dalam pikiran saya sekarang hanyalah menanam pohon sebanyak mungkin. Jika melihat ada lahan kosong, saya hanya ingin menanaminya,” ulasnya.

Ari mengaku, di rumahnya kini banyak bibit pohon hasil budidayanya sendiri. “Meski nantinya ada bantuan dari pemerintah, tetapi minimal saya harus ada stok sendiri. Barusan kami sudah kirim biji tanaman ke teman teman Ciliwung,” pungkasnya. (ono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here