Makam Kyai Karolus dan Sejarahnya

0
135
SAVE 20250512 215308
SAVE 20250512 215308

kabaRI.id (Jombang) – Pramonohadi adalah Kepala Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno. Bersama perangkat desa mendatangi makam tokoh pembuka hutan Keracil dan salah satu pendiri desa-desa Kristen di Kawasan kecamatan Mojowarno.

Seperti diketahui, masyarakat Mojowarno dan sekitarnya bahwa di lokasi pemakaman Kristen Mojowangi, terdapat makam beberapa tokoh komunitas Kristen mula-mula Jawa Timur baik tokoh gereja, rumah sakit Kristen dan Masyarakat Kristen Mojowarno.

Seperti Pdt. Johannes Kruyt, pdt. Arie Kruiyt, Kyai Paulus Tosari, Kyai Asiel Ider, dr. Ismail dan lain-lain. Tidak jauh dari lokasi pemakaman ini, masih di Desa Mojowangi ada tokoh yang di sebut Rasul Kristen Jawa yang bernama J.E. Jellesma.

Pada hari sabtu 10 Mei 2025 ini tepatnya pukul 10:00 WIB di pemakaman Kristen Mojowangi telah siap beberapa puluh orang untuk mengadakan acara syukuran di makam Kyai Karolus Wiryoguno. Mereka adalah beberapa perwakilan keluarga tersebut, panitia pemugaran makam, apparat desa, pendeta serta pemerhati Sejarah.

Hal menarik dari cerita Sejarah yang diungkapkan penulis dan pemerhati Sejarah GKJW : Wiryo Widianto bahwa tokoh ini sebelumnya pemburu ilmu kanuragan lan kasantikan Jawa pada jamannya. Sosok ini berasal dari Desa Bogem, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Setelah mengenal ilmu baru, agama Kristen versi Jawa ajaran tuwan Coolen dari Ngoro Jombang. Maka pada tahun 1847 dia Bersama saudara-saudaranya membuka hutan Keracil sebelah utara wilayah Ngoro. Desa-desa ini akhirnya dihuni oleh banyak orang dari Sidoarjo, Ngoro, Kertorejo dan banyak dari luar daerah. Kawasan hutan Keracil awal ini menjadi desa-desa seperti Mojowarno, Mojowangi, Mojoroto, Mojokembang, Mojodukuh dan Mojojejer.

Penduduk desa-desa ini mayoritas beragama Kristen jawa dan menjadi jemaat koloni yang bernama jemaat Mojowarno. Pada tahun 1850 Kyai Karolus ini diangkat dari kepala desa menjadi Bau Aris yang mengkoordinir pembukaan desa-desa lainnya di wilayah hutan Keracil.

Di sisi lain jemaat Kristen ini terus berkembang dan menjadi pusat misi Kristen di Jawa pada tahun 1851 yang dipimpin oleh Pdt. Jellesma dibantu Kyai Paulus Tosari. Sejak adanya pekerja misi Kristen atau zending selain desa-desa terus berkembang, kehidupan sosial keagamaan, pendidikan dan ekonomi juga terus berkembang. Terbukti adanya gedung gereja, sekolah dan cikal bakal lumbung desa di Jombang juga berasal dari daerah ini.

Putera-puteri Kyai Karolus juga berada dalam pendidikan di daerah ini sehingga bisa berperan dalam kemasyarakatan dan keagamaan. Untuk mengenang satu tokoh ini maka keluarga Kyai Karolus merenovasi makam yang telah lama rusak menjadi bangunan pendopo yang lebih baik. Harapan dari para keturunnya makam ini bisa menjadi monument untuk mengenang jasa tokoh cikal bakal dan pembuka hutan Keracil menjadi kawasan yang dihuni oleh mayoritas warga Kristen Jawa sampai hari ini.

Peresmian makam ini dilakukan oleh Kepala Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang bersama aparat desa setempat.

“Hendaknya para keturunan dan warga saat ini bisa menjaga kerukunan untuk bekerjasama dan menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat seperti yang diteladankan para pendahulu seperti Kyai Karolus Wiryoguno ini,” pesan Ramonohadi.

“Makam ini bisa menjadi salah satu pilihan daya tarik atau tempat wisata sejarah desa dan gereja bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Acara buka tumpeng ini didoakan oleh pendeta Emiritus Emanuel dari Desa Mojowangi.

Catatan Tokoh Kyai Karolus Wiryoguno dan putera-puterinya:

Kiai Karolus Wiryoguno (1809-1899)

1. Pencetus nama Desa Mojowarno dari Dusun Dagangan tahun 1847 (bersama Ditotruno).

2. Pembuka Desa Mojowangi tahap 1 tahun 1847-1848 (menyerahkan kepada Eliasar pak Kunto untuk dilanjutkan)

3. Pembuka Desa Mojoroto tahun 1848 dan menjadi Lurah Moroto, Kembangsore dan Juning.

4. Pendiri Pasar Mojowarno tahun 1850.

5. Pencetus dan pelaksana pembangunan jalan. raya dan bendungan 2 untuk wilayah.

desa-desa sekitar tahun 1850.

6. Menjadi Bau Aris 1 tahun 1850-1899 (Pemimpin buka Hutan Kracil dan koordinator kepala desa).

Putera-Puteri :

Kjai Muso Jebus Wiryosentono (15 Desember 1856-1 Juli 1937).

1. Kepala Desa Mojoroto dan Kembangsore sekaligus Bau Aris ke II (1899-1937).

2. Pemimpin buka desa: nDadi, Nglebak, Pulanasir, Jurangbang, Pulasari, Segitik, Ngrimbi dan Mutersari (1875–1899).

3. Pendiri gedung gereja Mutersari (Pepanthan Pasmuwan Mojowarno).

4. Pendiri Sekolah Dasar Kristen Mutersari tahun 1912 (Gurunya : Kjai Arban).

5. Satu tokoh pendewasaan jemaat Mojowarno pada tahun 1923 (anggota Raad Alit Jemaat Mojowarno).

Kjai Iprayim Setu Brontowidiwiryo 18 Juli 1859 – 19 Oktober 1910.

1. Guru Injil Jemaat Kertorejo tahun 1886-1896.

2 Salah satu tokoh pendiri Gedung gereja Jemaat Kertorejo tahun 1887-1890.

3. Pemimpin Babad Hutan Tunjungputih, Lumajang (cikal bakal terbentuknya Desa Tunjungrejo) tahun 1897.

4. Pendiri gedung gereja di atas tanah miliknya (bekas rumah panggung) tahun 1906.

5. Kepala desa pertama Tunjungrejo tahun 1897-1910.

6. Pemimpin Jemaat Kristen Pertama Tunjungrejo tahun 1897-1910.

Kjai Simsim Mestoko 25 Oktober 1862-2 Desember 1932.

1..Guru Sekolah Zending Mojowarno tahun 1886–1893.

2. Guru Injil Jemaat Ngoro tahun 1893-1932.

3. Pendiri Gedung Gereja Ngoro di tanah miliknya sendiri (Mei-Juni 1894)

4. Pendiri Sekolah (1 Oktober 1895) dan Gedung Sekolah Kristen Ngoro (1 Nopember1895-27 Maret 1896).

5. Pencetus penghimpun hasil panen “Pantun sarujuk” (seperti Lumbung Pirukunan di Mojowarno) tahun 1895.

Njai Lesninhwati Wiryorejo 15 Juni 1865-21 Desember 1954. Isteri Kepala Desa Mojowangi: Kjai Merisa Tarimin Wirjaredjo tahun 1880

Ibu datri pdt. Wiryodarmo salah satu tokoh awal GKJW.

Keluarga Kjai Karolus Wiryoguno

Catatan Sumber tulisan: Manuskrip, Simsim Mestoko th 1900 : “Sejarah Adegipun Pasamuan Kristen Jawi Mojowarno”

Manuskrip, Simsim Mestoko th 1903: “Babading Pasamuan Ngoro”

Manuskrip, Simsim Mestoko th. 1903 : “Permulaan Orang Kristen Ngoro Menerima tanda Babtis pada tahun 1843”.

Majalah-majalah Zending Doopboek Lidmaten 1843-1923. (har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here