kabaRI.id (Jombang) – Program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang digadang-gadang menjadi solusi permasalahan sampah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga gagal total. Sejumlah lokasi TPS3R dilaporkan mangkrak karena lemahnya perencanaan hingga kegagalan pelaksanaan.
Manager Program Perhimpunan Mitra Bumi PIM-B Jombang, M Djali mengatakan, data dilapangan banyakn TPS3R yang tidak berfungsi akibat ada masalah serius sejak tahap awal. Menurutnya, program ini dijalankan tanpa perencanaan yang matang, sehingga berujung pada proyek setengah jalan.
“Banyak yang mangkrak. Ini menunjukkan kurangnya perencanaan yang serius. Bahkan sudah tercium bau ‘busuk’ dari pelaksanaan program TPS3R di Jombang,” ujarnya, Selasa (17/12).
Kegagalan tersebut, kata dia, bermula dari minimnya sosialisasi serta ketidaksiapan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pengelola. Ketaatan pada aturan yang ada justru di indahkan hingga berujung stagnan.
Padahal, konsep TPS3R yang seharusnya bisa mengolah sampah dari hulu hingga hilir. Namun karena tidak diterapkan secara konsisten, fasilitas yang dibangun justru menimbulkan permasalahan baru di tingkat lokal dan tidak menjadi solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Ini peran Dinas Lingkungan Hidup sebagai penanggung jawab program yang hilang di sini. Ini semuanya lemah mulai dari level pelatihan, pendampingan, dan pengawasan hingga berujung pada mankraknya sejumlah TPS3R,” tegasnya.
PIM-B Jombang, kata dia, akan terus melakukan kajian internal dan menyiapkan langkah-langkah advokasi untuk mendorong evaluasi menyeluruh atas program tersebut. Program yang membiayai anggaran rakyat harus transparan dan akuntabilitas atas penggunaannya.
“Kami sudah menyiapkan beberapa langkah dan akan terus mengawali program ini. Program pengelolaan sampah ini boleh saja dihentikan sebagai proyek seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya.(ham)
































